Rabu, 08 Mei 2013
Senin, 06 Mei 2013
Niat!
Bukan romance, buka poetic, tapi tetep metaforis hahaha
Semua manusia yang didedikasikan hidup
di alam fana ini sebagai khalifah meyakini seteguh hati bahwa ada hari
lain yang jauh lebih nyaman dan asyik dibanding hari hari yang kita
jalani di dunia ini, yaitu akhirat.
Untuk
memperolehnya tentu butuh usaha keras. Pondasi niat menjadi pilar utama menuju hal itu, karena niat
berimplikasi terhadap semua aktifitas kekhalifahan di dunia, sedangkan
dunia sendiri adalah ladang akhirat.
Pesan
rasulullah kepada Abu Dzar “perbaharuilah perahumu, karena sesungguhnya lautan itu dalam". Ia mengumpamakan niat
sebagai perahu dan kehidupan ini seperti lautan yang dalam dan luas,
perahu untuk menampung semua unsur dan materi yang hendak di bawa ke akhirat, tempat yang damai dan asyik serta
membahagiakan.
Lautan
punya gelombang yang mampu menggeser manusia dari tujuan semula, yang
benar berubah menjadi salah, dari yang lurus menjadi belok, dari
pemberani menjadi pengecut, dari penyabar menjadi pemarah, serta ketersinggungan yang dominatif dan abadi bersemayam ke
dalam hati orang orang yang dibelokkan oleh gelombang lautan duniawi.
Makna
lain yang mungkin tersembunyi adalah buih, Lautan juga banyak dihuni
buih yang indah dalam panorama pandangan mata namun minus fungsinya.
Buih sebagai simbol bayang bayang duniawi yang ‘menipu’, besar secara
eksistensi akan tetapi kerdil secara substansi. Dengan berbagai rayuan keindahan, dunia mampu menjebak orang-orang bodoh terkurung
dalam langkah kehidupan praktis dan berorientasi ekonomis, ketimbang berbicara konsep ideologis, atau landasan
epietemologis.
Pendek kata, manusia adalah simbol kekhalifahan Allah secara total di dunia, sebagai
buku panduannya adalah al Qur'an dan petunjuk rasul utusan-Nya.
Sejatinya yang
menjadikan manusia tidak mampu adalah karena malas dan keengganannya
dalam melaksanakan tugas kekhalifahan. Tentu, masih ada
kamus yang dirujuk oleh orang orang yang berstatus tidak becus dengan
mengatakan “tidak bisa”, tetapi tidak ada kamus yang dapat menjawab
sebuah problema mana kala yang dikatakan adalah “saya malas”.
Disitulah efektifitas perbaikan niat untuk menggapai kebahagiaan di akhirat.
Disitulah efektifitas perbaikan niat untuk menggapai kebahagiaan di akhirat.
Sabtu, 04 Mei 2013
Those eyes...
Sayu sempurna. Indah dan cemerlang. Sudut lengkungnya semburat keceriaan. Bagaimana aku bisa lupa pancaran mata itu?
Rabu, 24 April 2013
:)
Diantara sisa hujan, terlukis hening dipekat malam. Bintang seolah enggan datang. Sang rembulan menyepi berselimut halimun. Lamunan seketika menyeruak, menyibak ingin dihati yg sering tak terhiraukan. Yahh... Sederhana saja. Ketika ada lelah melampaui pinta. Ada pasrah kugantungkan di sebaris doa. Dan.. malam ini kuhanya ingin terlelap tanpa beban. Hingga esok terjaga dengan sekuntum senyum dan harapan. 0:-)
Selasa, 23 April 2013
Jumat, 12 April 2013
Oh you..
Umpama darah dan jantung, mengalirkan kehidupan
Laksana akar, pohon, ranting, dedaunan, lahirnya mewarnai bunga harapan
Seperti bulan dan bintang , hadirnya penerang kegelapan
Laksana api, pembakar semangat
Bagai air, pemadam kebimbangan
Bagai ibu jari, mengenggam dan menguatkan
Laksana akar, pohon, ranting, dedaunan, lahirnya mewarnai bunga harapan
Seperti bulan dan bintang , hadirnya penerang kegelapan
Laksana api, pembakar semangat
Bagai air, pemadam kebimbangan
Bagai ibu jari, mengenggam dan menguatkan
Rabu, 11 Juli 2012
hello.
Dibawah mega hitam, kugores pena
dikertas putih, merangkai aksara menjadi kata, tak jelas bermakna atau
tidaknya.. tapi ku cuma mengisi menit kemenit menyusuri lingkaran angka-angka, untuk
menjadi satu hal saja….. Sebuah syair yg akan jadi pelita. Dikala senja tiba
menjemput malam gulita untuk membuka setiap lembar cerita menjadi bahan
introspeksi, dihari2 berikutnya… Tetapi, walau aku bukan awan, aku tak suka
bermain angan.. karena aku bukan picisan, aku hanya melukis kerinduan dan
menggambar kekaguman diatas guratan tangan, meski ada tatap sinis dan cemohoan,
aku tak peduli kata mereka, sebab aku yg merasa sementara mereka kebanyakan
bisa berucap tapi belum tentu bisa merasanya…. :-----)
Langganan:
Postingan (Atom)